Mengapa seseorang bisa begitu
kecewa? kemungkinan besar karena terlalu banyak berharap.
Mengapa seseorang bisa begitu
marah? Karena terlalu merasa kuat dan bisa mengendalikan segalanya. Padahal kenyataannya,
ada banyak hal yang terjadi tanpa kendali, bahkan hancur berantakan ketika
terlalu dikendalikan.
Mengapa seseorang bisa begitu
bersedih? Mungkin karena terlalu merasa kalah. Padahal mengikuti peperangan pun
tidak. Apa dan siapa yang dikalahkan kadang tidak jelas. Tapi perasaan menjadi
korban, selalu berhasil mencipta kesedihan mendalam.
Mengapa seseorang bisa begitu
kebingungan? Karena melihat ke terlalu banyak arah. Banyak sudut yang selalu
punya sisi indah. Sisi yang menjanjikan banyak harapan. Padahal dalam menjalani
kehidupan, ia hanya harus memutuskan satu saja. Tanpa disadari, satu sisi saja
tidak akan cukup untuk dia jalani sepanjang hidupnya.
Terlalu, kata terlalu selalu berhasil membunuh kebahagiaan. Apapun itu.
Lalu,
Mengapa seseorang bisa begitu
bahagia? Karena ia tahu cara menghargai sekecil apapun hal dalam genggamannya. Entah
apa dan siapa, ia hanya tahu cara berterima kasih. Tidak banyak meminta dan
melihat apa yang dimiliki orang lain. Ia tahu jalan yang ia pijak adalah jalan
terbaik. Ia merasa layak menerima tanpa harus banyak menuntut. Mudah baginya
untuk merasa cukup.
Ya, rumusnya sederhana. Sesederhana
penerimaan dan menjalani pilihan dengan penuh tanggung jawab. Sesederhana menutup
mata saat lelah. Sesederhana menangis saat bersedih. Sesederana menjerit saat
kesakitan. Sesederhana memuji orang lain. Sesederhana untuk tidak merasa berhak
menghakimi atau menilai tinggi rendahnya kadar kesenangan dalam kehidupan
seseorang. Sesederhana bertahan dalam medan yang sulit, tanpa menyombongkan
diri. Sesederhana sebuah keyakinan bahwa bahagia memang sederhana.
Sesederhana ucapan terima kasih atas kesempatan hidup di hari ini.
Kadang terlalu sulit untuk jadi
pemenang. Tapi setidaknya jangan mempersulit diri untuk bahagia.
Sederhana saja: berbahagialah.