Jam dinding di kamar saya menunjukkan Pkl. 23.35 WIB.
Sedari pagi sampai detik ini, pikiran saya melekat pada 411. Begitu riuh pikiran, seolah banyak sekali yang terlihat, terbaca, terdengar, dan terasa.
Terlepas dari segala hal yang mungkin remeh-temeh: suami belum pulang karena lembur, hujan lebat, ponakan yang kritis, rindu keluarga, deadline laporan, utang janji esok, persiapan camping, persiapan mengajar, dan PMS.
Saat ini, entah dada rasanya bergemuruh, marah, kecewa, bukan karena itu semua. Tapi karena rangkaian #AksiDamaiBelaQuran411 yang ramai dibicarakan publik, baik melalui media sosial maupun media massa.
Saya tidak berani mengklaim diri saya sebagai muslim yang taat sehingga merasa berhak menilai atau menghakimi, saya juga bukan pengamat politik yang handal, apalagi seorang aktifis ormas islam.
Saya hanya seorang warga negara Indonesia yang beragama Islam.
Hari ini saya melihat banyak ironi. Aksi damai yang digelar jutaan muslim di ibu kota, dilansir sebagai aksi yang damai, tidak merusak, tidak rusuh, tidak membuat si pelaku aksi lupa kewajibannya sebagai hamba Tuhan, aksi yang mengharukan dengan lantunan shalawat, asmaul husna, sampai gema takbir, aksi yang terorganisasi dengan baik sampai-sampai ada tim pembersih jalan, aksi yang bertolak dari kesakithatian karena ada indikasi negara melakukan pengabaian terhadap kasus penistaan agama yang dilakukan oleh seorang pejabat publik.
Ironi, banyak teman sesama muslim terlihat begitu sibuk menunjukkan sikap sinis. Saya termasuk yang mengerti ketika ada yang tidak sependapat dengan jalan aksi damai ini, tapi sadarkah kita ketika berani menyatakan bersebrangan bahkan 'menghujat' aksi damai, di saat bersamaan bisa jadi kita telah berpihak pada sisi lainnya, dalam hal ini pihak yang dianggap "menistakan" agama yang kita anut.
Ironi, Bapak Negara yang juga muslim, enggan merangkul para ulama muslimin muslimat yang secara damai mendatanginya.
Bapak negara yan terhormat, kami tidak tahu banyak tentang apa yang tengah bapak pikirkan apalagi yang tengah bapak rasakan sekarang.
Tapi...
Pak, kami yang juga seagama dengan bapak tidak menuntut bapak berpihak penuh atas apa yang dituntut oleh aksi damai ini. Tapi bukankah bapak bisa sekedar menyambut dan menyatakan bahwa bapak hadir untuk mereka yang tengah lelah berjuang untuk agamanya, yang juga agama bapak?
Jangan salahkan kami jika kini kami teramat sakit hati. Teramat kecewa.
Hujan kembali turun, mungkin langit sedang berusaha mendamaikan jiwa jiwa yang marah. Atau langit pun mengamini kesedihan para muslim hari ini.
Wallahu'alam bii shawab.
Jumat, 04 November 2016
Rindu (tapi)
Aku tidak menyangka akan berdiri lama dalam persimpangan ini.
Menatap perih, memeluk kesakitan yang teramat.
Tertegun dalam tanya, akan sampai kapan?
Duhai wanita, aku tetap menjunjung cinta ini untukmu.
Sampai kapanpun kan tetap begitu.
Andai kau lebih peduli pada relung yang penuh luka kecewa ini.
Mungkin tak sampai hati aku membuang muka.
Duhai wanita, doa akan tetap terpanjat.
Entah Tuhan suka atau tidak, aku masih saja tak usai kecewa.
Duhai wanita, aku rindu. Sangat merindu.
Tapi apa daya, aku terlalu takut kembali terluka.
Semoga kau tetap baik-baik terjaga lindungan Tuhan semesta.
4-11-2016
Menatap perih, memeluk kesakitan yang teramat.
Tertegun dalam tanya, akan sampai kapan?
Duhai wanita, aku tetap menjunjung cinta ini untukmu.
Sampai kapanpun kan tetap begitu.
Andai kau lebih peduli pada relung yang penuh luka kecewa ini.
Mungkin tak sampai hati aku membuang muka.
Duhai wanita, doa akan tetap terpanjat.
Entah Tuhan suka atau tidak, aku masih saja tak usai kecewa.
Duhai wanita, aku rindu. Sangat merindu.
Tapi apa daya, aku terlalu takut kembali terluka.
Semoga kau tetap baik-baik terjaga lindungan Tuhan semesta.
4-11-2016
Sabtu, 22 Oktober 2016
12 Fun Fact WANITA
Beredar cas cis cus baik di artikel yang sengaja di tulis oleh si fulan bin fulan, atau selentingan di kalangan masyarakat sekitar kita tentang kaum hawa, wanita, perempuan, cewek, dan apapun sebutannya.
katanya perempuan itu cengeng, padahal nggak, aslinya mah cengeng banget #ups.katanya lagi, perempuan itu lemah, padahal nggak, aslinya mah setroooooong!katanya juga, perempuan itu suka kepastian, padahal nggak, aslinya mah suka dibikin penasaran #ehkatanya lagi, perempuan itu takut gendut, padahal nggak, aslinya mah takut sama lemak berlipat doank, haha..
Mitos atau Fakta? You choose!
#1 Tidak suka makan banyak dan tidak takut gendut
Percaya deh, masih banyak di dunia ini wanita yang nggak takut gendut sama sekali. Dan jarang nafsu makan. Ngeliat makanan numpuk, udah kenyang sebelum waktunya. Biasanya cewek tipe begini malah pengen gemukan dikit gitu kakaks.. #curcol
#2 Tidak bisa suka dandan
Kalau ada kaum lelaki yang bilang perempuan ribet dan lama kalau mau pergi-pergi. Itu gak selamanya bener.
Tidak semuaa perempuaaaaaan~~~ dandannya lamaaa~~ contohnya akuuuu~ 15-20 menit bisa tuh selesai mandi s.d pake sepatu 8-)
Ssssttt...! bahkan ada banyak perempuan yang nggak ngerti apa itu blush on, concealer, de el el. Dan hidup mereka baik-baik saja bahkan bahagia, hohoho..
#3 Mandi? Seperlunya aja!
Jangan heran kalau nemuin kaum hawa yang gak bisa lama mandi. Belum masuk kamar mandi malah udah keluar lagi, eh! haha..
Perempuan model begini, banyak! Apalagi yang tinggal di daerah dingin. Kuliah pagi, cukup gosok gigi, cuci muka, semprot pewangi (((PEWANGI))), selesai!
#4 Matre selektif
Nggak semua cewek matre, cewek matre, ke laut ajjee!
Udah kodian, lusinan, jutaan cewek bisa kerja cari duit sendiri di zaman sekarang. Tapi kadang kehidupan membuat kita harus berpikir jauh ke depan, matre selektif mah tetep wajib. Alias matrenya pilih-pilih. Semisal: irit dan jeli atur keuangan (bukan pelit), atau pilih suami pekerja keras sehingga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang layak untuk membangun masa depan. #tsaaaah.
#5 Nggak suka cowok ganteng
Ini asli lho! Wanita zaman kekinian itu pinter-pinter, cerdas-cerdas, dan luar biasa deh. Kegantengan itu hanya akan menembus level pertama perasaan wanita. Level berikutnya jauh lebih jadi pertimbangan. Apaan tuh? Kecerdasan pria, kelucuan pria, dan investasi masa depan yang dijanjikan oleh seorang pria #ups!
#6 Mending jalan-jalan kotor-kotoran dibanding ngemall pake #OOTD
Perempuan bergelar Miss OOTD melenggang keliling mall, nenteng paper bag dari toko branded, selfie sukaesih di setiap penjuru cafe high class, de el el merasa itu adalah adegan impian setiap perempuan. Tidak semua ya. Untuk beberapa perempuan, itu tidak seksi sama sekali. Keringetan kotor-kotoran, panas-panasan, dan selfie di alam itu lebih bikin NGECES!
#7 Cengeng selektif
Siapa yang bilang cewek itu cengeng? Nggak la yaw!
Cewek nangis itu bukan karena cengeng, tapi untuk mengeluarkan toksin (((TOKSIN))) di hati yang sudah tersakiti. Setelah nangis, kaum hawa akan tumbuh menjadi lebih sehat dan setrooooong :p
#8 Mandiri banget ketika kepepet
Perempuan bisa dikatakan makhluk paling mandiri. Silakan survey, berapa banyak wanita (istri) yang hidupnya baik-baik saja ketika ditinggalkan perjalanan dinas berminggu-minggu oleh suaminya. Tapi kalau dibalik? Si suami akan bolak balik telepon si istri, hanya untuk bertanya: disimpen dimana ya kemeja aku yang warna anu?
#9 Nggak suka touch-up!
Banyak lho perempuan yang nggak doyan-doyan amat touch-up. Kenapa? karena semakin sering liat wajahnya di cermin, makin sadar wajahnya tak semulus dulu lagi, HAHAHA #JokeforReal
#10 Suka boneka, tapi lebih suka dolar amerika.
You know lah maksudnya apa. Ini adalah unsur REALISTISnya para perempuan. 8-)
#11 Nggak selalu ngikutin tren Fashion
Ada banyak perempuan yang tidak terlalu gubris perkembangan fashion. Bukan karena nggak kebeli, apalagi karena nggak tahu. Tidak lain, adalah karena sebagian kaum perempuan ini tahu pasti tidak semua tren fashion sesuai dengan karakteristik dirinya.
#12 Ada lagi yang mau nambahin biar genap selusin? #LOL
![]() |
| dibalik perbedaan antara satu wanita dengan yang lainnya, ada satu kesamaan: SIAPA PEREMPUAN ITU GAK BISA DIJELASIN SECARA PASTI. UNIKNYA GAK KETULUNGAN. :D |
Labels:
artikel,
daily life,
perempuan,
wanita,
women life
Langganan:
Postingan (Atom)

