Senin, 03 Desember 2012

Sekisah tentang Senin

Senin. Ya, satu senin berasa setara dengan dua dan tiga selasa. Di semester ini, senin menduduki peringkat pertama dalam menghisap energi.

Prediksiku di awal semester mengenai hari senin ini benar adanya. Awalnya jadwal kuliah di hari senin hanya tiga mata kuliah. Tapi karena berbagai kepentingan, jadwal dipadatkan di hari Senin. Dari tujuh mata kuliah yang dikontrak, lima diantaranya terjadwal di hari senin, satu lainnya di hari selasa, dan satu lainnya lagi di hari Kamis. Entahlah, bioritme kognisiku benar-benar tidak bisa meng-cover kebutuhan konsentrasi lima mata kuliah di setiap senin.

Dimulai Pkl. 07.00 (biasanya aku terlambat masuk 10-15 menit), hehe..
jeda di Pkl. 09.30 - 10.20, lima puluh menit lah ya.. lumayan untuk sarapan atau sekedar jajan-jajan. And then, mulai lagi di 10.20 - 12.00, terus biasanya dilanjut shalat dzuhur plus makan siang kadang-kadang, terus lanjut lah dua mata kuliah non-stop sampai 15.30. Yap..! And you know what? mata kuliah yang bertengger di jadwal terakhir itu adalah FILSAFAT. Gosh! ketika psychophysiologic-ku mengalami regresi, aku dipaksa bercengkrama dengan mata kuliah yang sampai hari ini, entahlah, belum bisa kutemukan sisi manis atau sisi centilnya. Jujur (tanpa lebay), otakku enggan sekali merespon, sulit sekali mengunyah sajian dari mata kuliah yang satu ini. Kenapa ya? Wallahu'alam bi shawwab.. (T.T)

Tentang senin, tentang upayaku bertahan. Juga tentang bagaimana aku berlatih. Hm... tentang aku berteman dengan sesuatu yang tidak favorable, desirable, dan sejenisnya lah. Senin di semester ini, yang setia menyajikan kuliah pagi (sekali), memaksaku melepaskan pelukan mesraku pada guling lepek plus boneka monyet kucel ku; melahap filsafat di petang melayang; mengurung dan menahanku di kelas; dan memaksaku menikmati setiap tik-tak di sela-sela bosan membahas Kurt Lewin, Sheldon, dan teman-temannya yang kadang tidak bisa kumengerti jalan pikirannya.

Apapun yang terjadi pada setiap senin. Inilah catatan sejarah sang pengejar mimpi. pada episode kali ini, aku tak mau senin kecewa. meski aku tak suka filsafat, meski aku tak bisa bangun pagi, aku ingin mencoba setia pada janjiku, janji untuk menjadi juara di kehidupan ini. ini bukan hanya tentang senin, mungkin tentang selasa, rabu, kamis, jumat, dan sabtu juga minggu yang akan lebih berat. 

biarlah senin dengan semua yang ia sajikan, mungkin nanti tak lagi bisa kutemui senin.
 

(Gubuk pemimpi, 03 Desember 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar