Minggu, 10 April 2016

7 TRIK ATUR KEUANGAN RUMAH TANGGA

Mengatur keuangan itu susah susah gampang. Betul apa betul buibuuu?  

Setelah menikah, cenderung lebih terasa susah bin ribetnya (curcol buu, wkwk). Penghasilan belum bombastis, tapi di setiap bulan sering kejadian tiba-tiba si istri atau suami pengen beli ini itu yang sebenernya gak perlu-perlu amat.

Selain beli ini itu yang kadang nggak on budget, godaan jajan biasanya kenceng tuh. Apalagi kalau si istri belum terbiasa sama kegiatan masak memasak, ekstremnya kena yang namanya cinderella syndrome. Capek dikit ya nyari warung makan, lemes dikit nyari lalapan, padahal ya males :D

Katanya sih itu lumrah, maklum transisi dari  melajang ke kehidupan rumah tangga #uhukBased on my experience, pengaturan keuangan yang disiplin bisa mengarahkan sikap positif terhadap pengeluaran. Mungkin di awal-awal pernikahan belum bisa menabung juta-juta per bulan ya, tapi menyisihkan seratus-duaratus ribu untuk insidental moment seperti sakit, bantu orang tua, bantu teman, dan keperluan-keperluan sejenisnya itu WAJIB.

gambar ngambil dari mbah google 


Nah, saya punya 7 tips dan trik yang bisa temen-temen coba, cekidot yess..!

1.      List pemasukan dan pengeluaran rutin.
  • Nah, ini langkah pertama yang wajib dilakukan. Kenapa? Agar kita sadar diri berapa budget yang sebenarnya ada dalam rumah tangga dan dari mana saja sumber pemasukan pasti tiap bulannya. Misal, kita list berapa gaji suami, berapa gaji istri, include tunjangan tiap bulan dari kantor.  
  • Masukkan yang ‘pasti’ saja alias batas bawah kalau untuk pebisnis ya. Agar kita tidak merasa berkelimpahan di awal bulan, ternyata uangnya fiktif belaka, hehe..
  • Setelah itu list pengeluaran wajib tiap bulan, seperti: listrik, air, pulsa per bulan, telepon, gaji ART, SPP anak, cicilan rutin, asuransi,  dan pengeluaran wajib lainnya. Termasuk alokasi liburan dan biaya darurat yg biasanya masing-masing ada di 5-10% dari gaji.
  • Kalau saya, alokasi uang makan per bulan dihitung setelah cicilan wajib itu ter-list. Kenapa? karena satu-satunya anggaran yang bisa disesuaikan adalah uang makan. Budget dikit ya makannya jangan mewah-mewah, banyakin masak, kurangi jajan di luar. kalau budget longgar, silahkan bijak mengaturnya J. Yang penting jangan sampai dompet jebol hanya gara lifestyle #ngomongsambilngaca haha..
2.      Kategorikan pengeluaran menjadi pengeluaran bulanan dan mingguan

  • Tahapan kedua setelah list pengeluaran dan pemasukan adalah mengelompokan pengeluaran mingguan dan bulanan. Misal untuk listrik, cicilan, asuransi, gaji ART, itu pasti masuk bulanan donk? Alangkah lebih baik sesegera mungkin dibayarkan di awal bulan setelah itu gaji mendarat di rekening/dompet, hehe..
  • Lain cerita dengan uang belanja, akan lebih efektif displit ke mingguan. Apalagi untuk ibu-ibu yang ke pasarnya seminggu sekali. Sepengalaman saya, ini jauh lebih efektif dibanding uang itu dianggarkan bulanan atau harian. Contohnya jatah dapur sebulan Rp. 1,000,000,-, naah kita bisa split jadi 250,000/minggu. Setiap ke pasar, itu budget maksimal yang bisa dibelanjakan. Kalau ada lebih, simpan untuk minggu selanjutnya
3.      Sediakan amplop khusus untuk pos-pos pengeluaran
  • amplop ini efektif banget untuk membatasi diri ketika akan mengeluarkan uang di luar yang dialokasikan. Akan ada efek ‘merasa bersalah’ ketika harus menggunakan uang yang tidak sesuai dengan ‘alokasi dana’ . Trust me it works :D
  • Khusus untuk pos semisal uang tabungan, dana liburan, atau dana darurat lebih baik di-lem saja, agar memberi kesan bahwa uang tersebut sama sekali tidak bisa dipakai. Meskipun misal hanya 50-100ribu per bulan, kalau dikumpul setahun, udah lumayan kan? :D

4.      Bawa uang pas [pasan] sesuai alokasi budget ketika berbelanja
      Ini penting, karena laper mata terus mengintai dan menggoda ketika kita berbelanja, iya kan? Nah makanya bawa uang pas aja. Kalau uangnya udah pas, masa iya rela ngutang di tempat belanja, hehe..


5.      Kerja sama suami-istri.

   Dalam pengaturan uang, suami dan istri harus terlibat dua-duanya ya. Istri gak bisa sendirian, begitu pun sebaliknya. Transparansi uang yang masuk dan uang yang keluar itu penting banget.

      Sssst... kegiatan diskusi tentang pengaturan uang ini konon katanya bisa melanggengkan pernikahan. Jadi, ada rasa manis pahit berjuang bersama, ciye ciyeee...

6.      Disiplin
    Apalah artinya sebuah perencanaan tanpa disiplin. So, si istri disiplin masak, si suami disiplin support istri. Sama-sama disiplin nahan jajan. Disiplin jajan hebohnya seminggu sekali. Bagi yang sudah punya anak, si anak juga diarahkan untuk disiplin nahan kemauan jajan.

7.      Evaluasi per minggu.
   Ini penting ya, bukan sok serius, tapi membiasakan menyikapi uang dengan teratur. Evaluasi apanya sih? Evaluasi cash-flow nya, sikapnya, kesulitannya, dampak positifnyaa, de el el.
    Bisa jadi di satu minggu itu ada uang lebih dari anggaran belanja. Atau bisa jadi satu minggu itu kurang, jadi terpaksa harus meminjam anggaran minggu berikutnya. Gimana tuh cara tambal sulamnya.

Sekiaaan trik-trik yang mungkin bisa temen-temen coba juga. Semoga bermanfaat, share pengalaman kamu disini yuk. Biar makin kayaaaa wawasan para emak-emak khususnya emak-emak muda yang masih ketar ketir belajar (nunjuk diri sendiri :D )

"let we control the money, not the reverse. Salam Syuperrrwifey !! 

2 komentar:

  1. saya kdng tidak bisa mengatur pengeluaran kyk duit ngalir cepet banget heheh. makasih loh sarannya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-samaa mbak. saya juga masih proses disiplin ngatur. udah sifat alamiah duit gampang keluar ketimbang masuk hehehe..

      salam kenal mbak turiscantik(dot)com
      makasih kunjungannya :)

      Hapus