Sabtu, 03 September 2016

Pendidikan BAIK bagi Kaum Hawa

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan Pendidikan dan Perempuan. Masih rangkaian kampanye pemikiran pribadi tentang pentingnya pendidikan yang 'BAIK' bagi kaum hawa.

Ketika ada pertanyaan Pendidikan yang BAIK penting bagi perempuan?  
Oke, menurut saya, these are the main point kenapa perempuan harus BAIK pendidikannya: 
  • ·      Perempuan memiliki banyak kemuliaan yang wajib dijaga, khususnya bagi yang belum menikah. Pendidikan yang baik akan mendorong perempuan terus mengembangkan diri (bakat – minat), menjaga dari pergaulan yang tidak baik, memilih teman (komunitas), mengarahkan upaya diri ke hal-hal yang positif, memilih cara berpenampilan yang baik, menjaga kehormatan diri dan keluarga, serta memiliki mental yang kuat (tidak mudah galau dan frustrasi)
  • ·              Setelah menikah, perempuan akan mengalami transisi peran yang tidak mudah. Semisal, biasa bebas sendiri sekarang harus toleran dengan kondisi suami (plus keluarga besarnya), pergaulan yang lebih terbatas, aturan keuangan yang sudah mulai banyak posnya, apalagi kalau sudah punya anak artinya tanggung jawab menjadi ganda.


Bayangkan ketika transisi ini dihadapi dengan tidak bijaksana? Banyak yang menyesal menikah, parahnya ada yang sampai campaign jangan menikah muda, hehe..

Lebih parah lagi ada yang membesar-besarkan konflik rumah tangga, dan mudah menyerah pada perceraian. Bukan hal asing kan zaman sekarang orang bercerai?  Saya tidak bermaksud mendiskreditkan orang yang bercerai, karena bercerai bisa jadi pilihan yang terbaik bagi beberapa pasangan. Tapi sungguh disayangkan kalau perceraian itu disebabkan oleh pendidikan perempuan yang kurang BAIK, dan pendidikan pria yang sama kurang baiknya.

Kemandirian perempuan yang kelewat batas kadang menjadi faktor utama dari perceraian di usia muda. Ditambah lagi kepemimpinan laki-laki yang kurang baik akan mempertajam bilah ancaman perpisahan.

So, kembali lagi kan? Bukan masalah tinggi rendahnya, tetapi baik-tidaknya.

Tapi apabila pendidikan BAIK sudah dimiliki oleh perempuan, setinggi apapun latar belakang pendidikan yang ia miliki, dia akan menunjukkan kebaikannya dalam memaklumi kekurangan suami, merelakan diri mengikuti batasan, memandang konflik sebagai hal biasa yang harus diselesaikan dengan baik, marah tanpa berlarut-larut, berusaha sekuat tenaga mempertahankan komitmen sebagai tanggungjawab terhadap dirinya sendiri, berusaha keras melakukan perannya, dan tidak mudah menyalahkan keadaan atau orang lain.

Lalu pendidikan BAIK itu didapat dari mana?


Saya  menulis artikel yang serada #curcol ini bukan berarti saya sudah berpendidikan BAIK, tetapi saya dalam kondisi memperbaiki pendidikan saya terus menerus.

Nah, menurut saya pendidikan BAIK itu berawal dari RUMAH alias KELUARGA alias ORANG TUA.

Bagi yang muslim mungkin sudah tidak asing dengan kalimat: Perempuan  menjadi Madrasah pertama dan utama bagi generasi penerus. Madrasah disini artinya pelaku pendidikan bagi anak dalam keluarga, atau anak di sekitar lingkungan sosialnya.

Percaya deh, pendidikan baik itu tidak bisa ditanamkan secara instan dan hanya mengandalkan sekolah.  tetapi harus ditanamkan sejak dini, perlahan disiram dengan pembiasaan, dan dipanen ketika dewasa berupa kebiasaan serta karakter yang baik.

Sudah banyak kan cerita anak sampai orang dewasa yang sekolah tinggi masih buang sampah sembarangan?  Siswa/i yang  jenius yang tidak bisa toleran sama perbedaan? Remaja yang sekolah di tempat favorit tapi tidak memiliki kepedulian sosial? Mahasiswa pintar tapi tidak mampu menghargai orang lain? Belum lagi banyak orang berpendidikan tinggi yang takut menikah – takut dengan batasan setelah menikah?

Dan perempuan adalah pilar utama, pelaku utama, PEMERAN UTAMA dalam penyelenggaraan pendidikan yang baik untuk setiap generasi.

Apapun bidang minatnya, bidang pekerjaannya, skor IQ nya, besaran penghasilannya, gelar akademiknya, ketika berada di dalam rumah ia adalah IBU. Pun ketika tidak menikah, perempuan tetap IBU bagi peradaban, bagi generasi di sekitarnya.

photo taken from www.google.com

Pendidikan perempuan yang baik akan menjadi modal perbaikan generasi mendatang.
Anak-anak yang besar di bawah pengasuhan orang tua (khususnya ibu) dengan pendidikan baik akan tumbuh menjadi anak yang tidak haus kasih sayang, anak yang punya ‘tempat’ untuk bertanya, mengadu, bimbingan, dan pulang ketika lelah dengan kondisi zaman.

Perempuan dengan pendidikan yang baik akan berusaha sekeras mungkin untuk menjadi teladan bagi generasi penerusnya: mengajarkan menahan amarah, toleransi, kejujuran, buang sampah di tempatnya, taat pada peran sebagai hamba Tuhan, patuh pada peraturan, melakukan pekerjaan rumah dengan tanggung jawab, berpakaian rapi, mencintai kebersihan, menjadi diri sendiri, bersyukur, senang berbagi, mengakui kesalahan dan meminta maaf, terbuka pada perubahan, berhati-hati dalam berperilaku, menghormati perbedaan, dan banyak lagi...

Wah ideal sekali mbak, sulit donk.

Ya, tugas yang sulit hanya diberikan kepada orang yang berkemampuan tinggi bukan? Perempuan sudah ditakdirkan untuk mengemban tugas penting yang tidak mudah.
Tugas kita sebagai perempuan bukan untuk menjadi IDEAL apalagi sempurna, tetapi untuk terus menerus memperbaiki dan membagi ‘pendidikan’ yang BAIK.

Pendidikan tinggi gak perlu donk ya mbak?

Pendidikan baik selalu mengarahkan kita untuk terus belajar, salah satunya dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Selama ada kesempatan, why not?!

Tapi ketika kesempatan belum kunjung datang, tempat belajar itu banyak..! kunjungi toko buku, perpustakaan, nonton berita, baca artikel-artikel yang positif, dan banyak ngobrol sama orang yang positif. Sssttt bukan gosip thok. :D




Tidak ada komentar:

Posting Komentar