Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Tentang hujan


Hujan. Ia kembali memecah sunyi menjadi sepi yang lebih hening. Kembali mengingatkan ribuan kalimat yang pernah ditulis tentang kehidupan; untaian kenangan yang tak usang untuk diceritakan; rangkaian kata-kata cinta yang membahagiakan, mengharukan, menguatkan, bahkan menjatuhkan.

Tertegun begitu khusyu membaca, bukan sekedar membaca.

Hujan, setia menyaksikan banyak teriakan yang tidak sempat didengar siapapun. Setia mendampingi jiwa yang tersandar lemah memejam luka yang tidak sempat diketahui siapa-siapa. Setia menerjemahkan rasa yang tak sempat dipandangi siapa-siapa.

Aku tengah bersama hujan,ingin selalu dengan hujan, selamanya.


- pematang rindu, 26 Mei 2013

Senin, 29 Oktober 2012

sekotak kenangan indah

di sepanjang jalan purnawarman. di antara lampu-lampu temaram. di antara hiruk pikuk jalanan.
kau genggam tanganku erat. kau peluk harapan. kau basuh kasih sekisah.

aku begitu mengenang. aku begitu ingin terhenti dalam sebuah adegan. aku begitu memimpikan pengulangan dan kemudian tak lagi mengenang.

bila kau menjadi istriku nanti~
pahami aku saat menangis~
bila kau menjadi istriku nanti~

senada lirik yang kau senandungkan. lirik yang masih mendendang setia mengisi hari, mengungkap simpul-simpul senyum.

di sepanjang jalan purnawarman. aku begitu memimpikan pengulangan.

(Bandung, 29 Oktober 2012)